Wujudkan Terobosan Inovatif, Strategi Lintas Sektor Kadinkes Sumut Siap Pangkas Birokrasi Penyakit Kronis



Wujudkan Terobosan Inovatif, Strategi Lintas Sektor Kadinkes Sumut Siap Pangkas Birokrasi Penyakit Kronis


MEDAN ( republica merahputih.com) — Ketua LSM Tritura Idris Johansyah pada Selasa (30/6) mengapresiasi langkah taktis Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy dalam membangun sinergi lintas sektor guna memperkuat penanganan pencegahan penyakit kronis. 

Komitmen penguatan sistem kesehatan ini dideklarasikan secara resmi dalam forum koordinasi bersama organisasi profesi medis yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026. Strategi ini dianggap sebagai solusi jangka panjang yang cerdas dalam mengantisipasi lonjakan penyakit tidak menular di tengah masyarakat.

Melalui forum strategis tersebut, Faisal Hasrimy menekankan pentingnya menghapus ego sektoral antara instansi pemerintah, rumah sakit, organisasi profesi seperti IDI, dan para tenaga kesehatan di lapangan.

Kerja sama ini difokuskan pada standarisasi mutu pelayanan medis serta percepatan deteksi dini penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan jantung di tingkat Puskesmas. Langkah integrasi data dan penanganan ini diharapkan dapat memotong birokrasi rujukan medis yang selama ini dinilai rumit.

Ketua LSM Tritura Idris Johansyah menilai koordinasi aktif yang digagas oleh Kadinkes Sumut ini menunjukkan visi kepemimpinan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan riil warga. 

Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara setara, penanganan kesehatan masyarakat menjadi lebih komprehensif dan tidak tumpang tindih. Pola komunikasi terbuka yang diterapkan Faisal terbukti mampu menyatukan berbagai elemen kesehatan demi satu tujuan bersama.

Dengan adanya sinergi yang makin kokoh ini, sistem mitigasi kesehatan di Sumatera Utara kini menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan medis. 

Faisal Hasrimy berharap seluruh jajaran kesehatan dari tingkat provinsi hingga desa dapat mengimplementasikan kesepakatan ini secara konsisten. Komitmen bersama ini diarahkan untuk memastikan seluruh masyarakat Sumatera Utara mendapatkan perlindungan serta akses pengobatan medis yang cepat, bermutu, dan terjangkau.

Dalam implementasi taktisnya, nota kesepahaman yang ditandatangani tersebut juga mengatur tentang penyediaan posko skrining kesehatan gratis berkala di ruang-ruang publik dan perkantoran. 

Gerakan deteksi dini ini menyasar kelompok usia produktif yang rentan terhadap paparan stres kerja tinggi dan pola makan tidak sehat. Langkah proaktif ini diprediksi mampu menurunkan beban klaim jaminan kesehatan daerah akibat penanganan penyakit yang terlambat.

Selain itu, skema integrasi antar-lembaga ini mempermudah sistem rujukan pasien dari wilayah pelosok menuju rumah sakit pusat rujukan di Kota Medan melalui pemanfaatan ambulans terpadu. 

Penguatan sistem transportasi medis darurat ini menjadi fokus perbaikan infrastruktur kesehatan guna meminimalkan risiko kematian di jalan. Efisiensi manajemen logistik obat-obatan esensial penyakit kronis juga otomatis terjaga dengan adanya satu basis data bersama.

Menutup keterangannya, Idris Johansyah menyampaikan bahwa langkah strategis penanganan penyakit kronis ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi hak hidup sehat warganya. 

LSM Tritura berkomitmen ikut memantau jalannya kolaborasi ini di lapangan agar tujuan mulia pemangkasan birokrasi rujukan medis benar-benar terwujud merata. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat ketahanan kesehatan jangka panjang bagi Sumatera Utara.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMIGRASI MEDAN Deportasi 8 WNA Asal Tiongkok

Kepemimpinan Ilham Lubis Bawa PPKS Medan Sukses Kawal Peremajaan Sawit dan Amankan Aset Negara

Komisi XIII DPR RI Apresiasi imigrasi Sumut